Dalam kesempatannya berpidato di depan anggota kongres Amerika di Gedung Putih semalam, pimpinan The Fed, Ben Bernanke mengatakan bahwa laju perekonomian Amerika saat ini terhambat oleh tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi serta adanya pemotongan anggaran belanja pemerintah, sehingga mengakibatkan terlalu cepatnya pengetatan terhadap kebijakan stimulus yang disinyalir dapat membahayakan pemulihan ekonomi. Beliau juga mengatakan bahwa The Fed dapat mengurangi lanju pembelian obligasi dalam beberapa pertemuan FOMC ke depannya jika data ekonomi yang solid mampu menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Nikkei terpuruk setelah buruknya data manufaktur Cina dan penguatan Yen terhadap Dollar sehingga membuat investor khawatir dengan outlook perekonomian Jepang. Indeks Nikkei sempat menguat di awal sesi hingga menyentuh 15955 namun aksi profit-taking bermunculan setelah indeks gagal menembus level tertinggi kemarin 15990. Ketidaksanggupan Yen untuk melanjutkan momentum pelemahan turut memicu aksi profit-taking. Sentimen negatif pun semakin merebak setelah buruknya data manufaktur Cina membuat investor khawatir dengan perekonomian terbesar No.2 di dunia tersebut. Nikkei futures kini diperdagangkan 15280; menjauhi level tinggi harian 15955.
Resesi yang terjadi di kawasan Eropa saat ini dapat mendorong European Central Bank untuk memangkas tingkat suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, Peter Praet, anggota dewan moneter ECB, mengisyaratkan keinginan agar bank sentral Eropa melonggarkan kebijakan moneter untuk ke depannya. beliau mengatakan bahwa ECB dapat menggunakan instrumen kebijakan moneter jika diperlukan untuk memerangi resiko terjadinya deflasi.
Investor kini menantikan serangkaian data manufaktur, dan jasa dari Perancis, Jerman, dan zona-euro yang akan dirilis untuk melihat kondisi ekonomi zona-euro. Jika data manufaktur dan jasa masih lemah maka ini dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dari ECB. Selain itu data Unemployment Claims di Amerika juga akan menjadi fokus dari para pelaku pasar mengingat sektor tenaga kerja menjadi hal yang sangat krusial bagi perekonomian Amerika.
-Research Team-